Bupati Lampung Timur Kunjungi Sekuntum Herbal Farm, Apresiasi Inovasi Peternakan Berbasis Herbal

Way Bungur, Lampung Timur – Sekuntum Herbal Farm mendapat kehormatan menerima kunjungan kerja Bupati Lampung Timur di lokasi peternakan yang berada di Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Sekuntum Herbal Farm untuk memperkenalkan inovasi peternakan berbasis herbal yang selama ini dikembangkan dalam upaya menghasilkan produk telur yang lebih sehat, berkualitas, dan aman bagi masyarakat.

Kedatangan Bupati Lampung Timur beserta rombongan disambut hangat oleh manajemen dan seluruh tim Sekuntum Herbal Farm. Dalam suasana penuh keakraban, rombongan diajak melihat secara langsung berbagai aktivitas peternakan, mulai dari sistem pemeliharaan ayam petelur, penerapan bahan-bahan herbal dalam perawatan ternak, hingga proses produksi dan pengemasan telur.

Mengenal Inovasi Peternakan Berbasis Herbal

Dalam kunjungan tersebut, Sekuntum Herbal Farm memaparkan konsep peternakan yang mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan herbal sebagai bagian dari perawatan dan kesehatan ternak. Pendekatan ini dilakukan untuk mendukung terciptanya peternakan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Penggunaan bahan herbal dalam sistem peternakan menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan oleh Sekuntum Herbal Farm sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.

Menurut manajemen Sekuntum Herbal Farm, peternakan modern tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas, kesehatan ternak, serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Meninjau Langsung Proses Produksi dan Pengemasan

Selama kunjungan berlangsung, Bupati Lampung Timur berkesempatan melihat secara langsung proses produksi telur herbal yang menjadi produk unggulan Sekuntum Herbal Farm.

Mulai dari hasil panen telur, proses sortir, pemeriksaan kualitas, hingga pengemasan dilakukan dengan standar yang mengutamakan kebersihan dan keamanan produk. Setiap butir telur melalui tahapan penanganan yang teliti untuk memastikan kualitas terbaik sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana inovasi peternakan berbasis herbal dapat diterapkan secara nyata dan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Diskusi Pengembangan Peternakan dan Ekonomi Daerah

Selain meninjau area peternakan dan fasilitas produksi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi antara Bupati Lampung Timur, jajaran pemerintah daerah, dan manajemen Sekuntum Herbal Farm.

Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai hal terkait pengembangan sektor peternakan, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan industri pangan yang semakin kompetitif.

Pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung kemandirian pangan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Komitmen Sekuntum Herbal Farm

Kunjungan kerja ini menjadi motivasi besar bagi Sekuntum Herbal Farm untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah menjadi energi positif bagi perusahaan dalam mengembangkan peternakan yang modern, sehat, dan berdaya saing.

Sekuntum Herbal Farm berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, memberdayakan masyarakat sekitar, serta menghadirkan produk telur herbal berkualitas bagi konsumen.

Manajemen Sekuntum Herbal Farm mengucapkan terima kasih atas kunjungan, perhatian, serta apresiasi yang diberikan oleh Bupati Lampung Timur. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut demi kemajuan sektor peternakan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Mari bersama mendukung produk lokal dan membangun kemandirian pangan dari desa untuk Indonesia.