Sekuntum Herbals
Pandangan Pemakaian Herbal & Bebas Antimikroba
Sekuntum Herbals
Pandangan Pemakaian Herbal & Bebas Antimikroba
Cerita Panjang Meninggalkan Antimikroba
2008 -2016
Penggunaan herbal sebagai salah satu faktor untuk menghindari pemakaian antimikroba pada ayam
2017–2020
Penggunaan herbal dipandang bukan sekedar sebagai antimikroba tetapi memiliki manfaat lebih untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam
2018 (FAO & biosecurity)
FAO Indonesia memperkenalkan bahayanya AMR dan konsep biosecurity 3 zona.
2018 (dukungan akademisi )
Sekuntum Herbals mendapat dukungan ilmiah dari Prof. Dr. Sri Harimurti (Guru Besar Fak. Peternakan UGM) dan Dr. Suwedo Dosen Pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Jurunan TPHP UGM (pakar protein) sebagai konsultan penelitian.
2019 (penelitian bersama UGM)
Bekerja sama dengan mahasiswi S2 Fapet UGM untuk meneliti terkait efek herbal dan probiotik BAL, fraksi protein dan kesehatan usus ayam.
2020 (lanjutan penelitian)
Melanjutkan riset dengan mahasiswi S1 jurusan TPHP , Fak. Pertanian UGM terkait kolesterol, fosfolipid, antioksidan, dan profil asam lemak pada telur herbal Sekuntum.
2021
Mendapat penghargaan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai ”Peternak Unggas Tanpa Antibiotik”.
2022
Melihat hasil penelitian yang luar biasa, telur Sekuntum Herbals memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan ayam tanpa perlakuan herbal khusus, akhirnya mencetuskan tag line ”BUKAN TELUR BIASA”
2024 (Telur Fungsional )
Setelah melakukan pengamatan klinis, telur sekuntum herbals di perkenalkan sebagai Telur Fungsional karena dapat sebagai pilihan asupan nutrisi bagi yang berkebutuhan khusus (autoimun, autis, kanker, thalasemia, kanker, DM, DS)
